Bukan Cuma Urusan Perut, Keracunan Makanan Ternyata Bisa Gerogoti Daya Inget dan Otak
JAKARTA — Keracunan makanan biasanya identik sama mual, muntah, dan diare. Tapi jangan salah, dampaknya ternyata nggak cuma berhenti di pencernaan aja. Muntah dan diare parah yang bikin tubuh kehilangan banyak cairan bisa memicu dehidrasi berat, yang ujung-ujungnya berisiko mengganggu fungsi otak sampai menurunkan daya ingat.
Ahli Ilmu Gizi Universitas Kristen Maranatha Bandung, Prof. Dr. dr. Meilinah Hidayat, M.Kes., ngedorong masyarakat—terutama yang merawat anak-anak dan lansia—buat lebih waspada sama ancaman ini.
Gimana Dehidrasi Bisa Bikin Otak “Lemot”?
Prof. Meilinah ngejelasin kalau mekanisme gangguan otak akibat keracunan makanan ini terjadi lewat beberapa tahapan:
- Penurunan Volume Darah & Oksigen: Saat tubuh kehilangan banyak cairan (watery diarrhea atau muntah hebat), volume darah ikut merosot. Alhasil, pasokan oksigen yang dibawa darah ke otak jadi terganggu.
- Penyusutan Otak Sementara (Shrinkage): Dehidrasi akut bisa memicu penyusutan sementara pada struktur otak, termasuk bagian hipokampus yang bertanggung jawab atas memori dan daya ingat.
- Lonjakan Hormon Stres (Kortisol): Kondisi fisik yang drop dan lemas akibat bolak-balik ke kamar mandi bakal memicu lonjakan hormon kortisol. Hormon stres ini terbukti punya dampak buruk buat fungsi kognitif.
Kelompok Paling Berisiko
Anak-anak dan lansia jadi kelompok yang paling rawan fatal kalau sampai kekurangan cairan. Tubuh mereka jauh lebih sensitif terhadap perubahan volume cairan, sehingga dehidrasi berat bisa mengancam nyawa dalam waktu singkat kalau terabaikan.
Pertolongan Pertama saat Dehidrasi Keracunan
Biar nggak makin parah, ini langkah cepat yang harus dilakukan:
- Minum Oralit Segera: Berikan larutan oralit sebanyak yang bisa diminum untuk mengganti cairan dan elektrolit yang terbuang.
- Hitung Kebutuhan Cairan Harian: Idealnya, kebutuhan cairan minimal tubuh adalah 30 cc per kilogram berat badan.
- Bawa ke Fasilitas Kesehatan: Kalau muntah dan diare terus berulang, jangan ditunda. Segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk penanganan medis lanjutan.
